Pencemaran
air dapat berdampak sangat luas, misalnya dapat meracuni air minum, meracuni
makanan hewan, menjadi penyebab ketidak seimbangan ekosistem sungai dan danau,
pengrusakan hutan akibat hujan asam dsb.
Dalam
PP No. 20/1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air, pencemaran air didefinisikan
sebagai : “pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup,
zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiaan manusia sehingga
kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak
berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya” (Pasal 1, angka 2).
Definisi pencemaran air tersebut dapat diuraikan sesuai makna pokoknya menjadi
3 (tga) aspek, yaitu aspek kejadian, aspek penyebab atau pelaku dan aspek
akibat.
Indikator Pencemaran Air
-Indikator atau tanda bahwa air lingkungan
telah tercemar adalah adanya perubahan atau tanda yang dapat diamati yang dapat
digolongkan menjadi :
-Pengamatan secara fisis, yaitu pengamatan pencemaran air
berdasarkan tingkat kejernihan air (kekeruhan), perubahan suhu, warna dan
adanya perubahan warna, bau dan rasa.
-Pengamatan secara kimiawi, yaitu pengamatan pencemaran air
berdasarkan zat kimia yang terlarut, perubahan Ph.
-Pengamatan secara biologis, yaitu pengamatan pencemaran air
berdasarkan mikroorganisme yang ada dalam air, terutama ada tidaknya bakteri
pathogen.
Indikator yang umum diketahui pada
pemeriksaan pencemaran air adalah pH atau konsentrasi ion hydrogen. Air normal
yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupan mempunyai pH sekitar 6,5 – 7,5. Air
akan bersifat asam atau basa tergantung besar kecilnya pH. Bila pH di bawah pH
normal, maka air tersebut bersifat asam, sedangkan air yang mempunyai pH di
atas pH normal bersifat basa. Air limbah dan bahan buangan industri akan
mengubah pH air yang akhirnya akan mengganggu kehidupan biota akuatik.
Tabel : Pengaruh pH Terhadap Komunitas
Biologi Perairan
Nilai
pH
|
Pengaruh
Umum
|
6,0 – 6,5
|
1. Keanekaragaman plankton dan bentos sedikit menurun
2. Kelimpahan total, biomassa, dan produktivitas tidak mengalami
perubahan
|
5,5 – 6,0
|
1. Penurunan nilai keanekaragaman plankton dan bentos semakin
tampak
2. Kelimpahan total, biomassa, dan produktivitas masih belum
mengalami
perubahan yang berarti
3. Algae hijau berfilamen mulai tampak pada zona litoral
|
5,0 – 5,5
|
1. Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton,
perifilton dan
bentos semakin besar
2. Terjadi penurunan kelimpahan total dan biomassa zooplankton
dan bentos
3. Algae hijau berfilamen semakin banyak
4. Proses nitrifikasi terhambat
|
4,5 – 5,0
|
1.
Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton, perifilton dan bentos
semakin besar
2.
Penurunan kelimpahan total dan biomassa zooplankton dan bentos
3.
Algae hijau berfilamen semakin banyak
4.
Proses nitrifikasi terhambat
|
Sumber
: modifikasi Baker et al., 1990 dalam Efendi, 2003
Sumber Pencemaran Air
Banyak penyebab sumber pencemaran air,
tetapi secara umum dapat dikategorikan menjadi 2 (dua) yaitu sumber kontaminan
langsung dan tidak langsung. Sumber langsung meliputi efluen yang keluar dari
industri, TPA sampah, rumah tangga dan sebagainya. Sumber tak langsung adalah
kontaminan yang memasuki badan air dari tanah, air tanah atau atmosfir berupa
hujan (Pencemaran Ling. Online, 2003). Pada dasarnya sumber pencemaran air
berasal dari industri, rumah tangga (pemukiman) dan pertanian. Tanah dan air
tanah mengandung sisa dari aktivitas pertanian misalnya pupuk dan pestisida. Kontaminan
dari atmosfir juga berasal dari aktifitas manusia yaitu pencemaran udara yang menghasilkan
hujan asam.
Pengaruh bahan pencemar yang berupa gas,
bahan terlarut, dan partikulat terhadap lingkungan perairan dan kesehatan
manusia dapat ditunjukkan secara skematik sebagai berikut :
Gambar : Bagan Pengaruh Beberapa Jenis
Bahan Pencemar terhadap
Lingkungan Perairan
Jenis Pencemaran Air
Ada beberapa jenis pencemaran menurut ahli sebagai berikut:
1. Pencemaran
Mikroorganisme Air
Bukan hanya limbah yang dapat dilihat oleh kasat mata saja yang
mampu mencemari air namun juga beberapa mikoorganisme yang tidak kasat mata.
Beberapa mikroorganisme seperti virus, bakteri, kuman, protozoa dan parasit
kerap kali juga mampu membuat pencemaran pada air. Berbagai mikroorganisme
tersebut terdapat di dalam air sebagai hasil dari buangan limbah padat lainnya
seperti limbah rumah tangga, limbah pertanian, limbah rumah sakit, limbah
industri dan limbah lainnya. adanya berbagai kuman di dalam air ini sangat
berbahaya bagi orang yang menggunakan air tersebut karena sangat rawan
menyebabkan berbagai jenis penyakit. Adapun berbagai jenis penyakit yang
disebabkan oleh pencemaran air tersebut diantaranya adalah tifus, kolera dan
juga disentri.
2. Pencemaran dari
Bahan Arnorganik Nutrisi Tanaman
Saat ini para pelaku pertanian sudah banyak menggunakan pupuk
berbahan kimia sebagai pengusir hama dan penyubur tanaman. Hal ini sudah
dilakukan sejak lama dan oleh banyak petani. Memang penggunaan pupuk kimia ini
mampu meningkatkan jumlah hasil panen dari pertanian tersebut namun disisi lain
ada dampak negatifnya yaitu dapat mencemari air di sungai, danau hingga laut dengan
menggunakan zat fosfat yang ada di dalam pupuk tersebut. Hal ini jika dilakukan
secara terus-menerus maka akan semakin banyak pihak yang mengalami kerugian
terutama bagi mereka yang tidak mengerti asal-usul dari pencemaran tersebut.
Oleh karena itu sebaiknya anda untuk mempertimbangkan penggunaan pupuk kimia
dan pestisida supaya lebih bijak lagi.
3. Pencemar Bahan
Kimia Anorganik
Adanya berbagai baha kimia organic di dalam air dapat membuat
rasa dari air tersebut berubah dan sangat disarankan untuk tidak dikonsumsi.
Bahan kimia anorganik tersebut misalnya saja logam, garam dan asam. Biasanya
ikan yang berada pada air yang mengandung zat tersebut akan mati dan bukan
hanya ikan saja namun juga mandeknya pertumbuhan dari berbagai jenis tumbuhan
yang dilalui oleh air tersebut. Ini tentunya tidak baik bagi kelangsungan
kehidupan kita.
4. Pencemar Bahan
Kimia Organik
Bahan kimia organic yang sering digunakan oleh banyak orang
misalnya saja deterjen, minyak, pestisida, larutan pembersih dan pestisida jika
terlarut dalam air juga bisa menyebabkan kematian pada ikan yang hidup di air
tersebut. Setidaknya terdapat sekitar 700 jenis bahan kimia organic yang
terdapat di dalam permukaan air dan jika terus dikonsumsi tanpa ada pemasakan
yang benar akan menimbulkan berbagai jenis penyakit misalnya saja ginjal,
berbagai jenis kanker dan juga menyebabkan cacat pada kelahiran.
Komponen Pencemaran Air
Saat
ini hampir 10 juta zat kimia telah dikenal manusia, dan hampir 100.000 zat kimia
telah digunakan secara komersial. Kebanyakan sisa zat kimia tersebut dibuang ke
badan air atau air tanah. Sebagai contoh adalah pestisida yang biasa digunakan
di pertanian, industri atau rumah tangga, detergen yang biasa digunakan di
rumah tangga atau PCBs yang biasa digunakan pada alat-alat elektronik.
Erat
kaitannya dengan masalah indikator pencemaran air, ternyata komponen
pencemaran air
turut menentukan bagaimana indikator tersebut terjadi. Menurut Wardhana
(1995), komponen
pencemaran air yang berasal dari industri, rumah tangga (pemukiman)
dan pertanian
dapat dikelompokkan sebagai bahan buangan:
1. Padat 4.
Cairan berminyak
2. Organic dan
olahan bahan makanan 5. Berupa
panas
3. Anorganik 6.
Zat kimia
DAMPAK PENCEMARAN AIR
Pencemaran
air dapat berdampak sangat luas, misalnya dapat meracuni air minum, meracuni
makanan hewan, menjadi penyebab ketidak seimbangan ekosistem sungai dan danau,
pengrusakan hutan akibat hujan asam dsb.
Di
badan air, sungai dan danau, nitrogen dan fosfat dari kegiatan pertanian telah menyebabkan
pertumbuhan tanaman air yang di luar kendali yang disebut eutrofikasi (eutrofication).
Ledakan pertumbuhan tersebut menyebabkan oksigen yang seharusnya digunakan
bersama oleh seluruh hewan/tumbuhan air, menjadi berkurang. Ketika tanaman air
tersebut mati, dekomposisinya menyedot lebih banyak oksigen. Akibatnya ikan
akan mati dan aktivitas bakteri akan menurun.
Dampak
pencemaran air pada umumnya dibagi dalam 4 kategori (KLH, 2004)
1. Dampak
terhadap kehidupan biota air
Banyaknya zat pencemar pada air limbah akan
menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air tersebut. Sehingga akan
mengakibatkan kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen terganggu serta
mengurangi perkembangannya. Selain itu kematian dapat pula disebabkan adanya
zat beracun yang juga menyebabkan kerusakan pada tanaman dan tumbuhan air.
Akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses
penjernihan air secara alamiah yang seharusnya terjadi pada air limbah juga terhambat. Dengan air
limbah menjadi sulit terurai. Panas dari industri juaga akan membawa dampak bagi kematian
organisme, apabila air limbah tidak didinginkan dahulu.
2. Dampak
terhadap kualitas air tanah
Pencemaran air tanah oleh tinja yang biasa
diukur dengan faecal
coliform telah terjadi dalam
skala yang luas, hal ini telah dibuktikan oleh suatu survey sumur dangkal di
Jakarta. Banyak penelitian yang mengindikasikan terjadinya pencemaran tersebut.
3. Dampak
terhadap kesehatan
Peran air sebagai pembawa penyakit menular
bermacam-macam antara lain :
- Air sebagai media untuk hidup mikroba pathogen
- Air sebagai sarang insekta penyebar penyakit
- Jumlah air yang tersedia tak cukup, sehingga manusia
bersangkutan tak
dapat membersihkan diri
- Air sebagai media untuk hidup vector penyakit
4. Dampak
terhadap estetika lingkungan
Dengan semakin banyaknya zat organic yang
dibuang ke lingkungan perairan, maka perairan tersebut akan semakin tercemar
yang biasanya ditandai dengan bau yang menyengat disamping tumpukan yang dapat
mengurangi estetika lingkungan. Masalah limbah minyak atau lemak juga dapat
mengurangi estetika. Selain bau, limbah tersebut juga menyebabkan
tempat sekitarnya menjadi licin. Sedangkan limbah detergen atau
sabun akan menyebabkan penumpukan busa yang sangat banyak. Inipun dapat
mengurangi estetika.
Cara Menangani Pencemaran Air
Karena akibat yang ditimbulkan dari pencemaran air ini sangat
tidak baik dan berbahaya baik itu bagi kesehatan maupun bagi kelangsungan
ekosistem. Oleh karena itu pencemaran air harus diberikan solusi supaya tidak
terjadi lagi dan ekosistem dapat berlangsung seperti seharusnya. Berikut ini
adalah beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai cara menangani pencemaran air:
· Menghemat Air – Cara menangani pencemaran
air dengan metode ini adalah metode yang paling sederhana namun yang paling
utama harus dilakukan yaitu dengan menghemat air. Mengapa ini bisa menjadi
solusi? Hal ini disebabkan semakin sedikit air yang digunakan maka jumlah
pencemaran yang akan terjadi juga akan sedikit begitu pula sebaliknya. hal ini
juga sangat baik untuk melakukan hemat air supaya ketersediaan air di dunia ini
tetap terjaga.
· Membuang
Sampah pada Tempatnya – Hal
yang harus diperhatikan lagi dalam cara menangani pencemaran air adalah dengan
tidak membuang sampah sembarangan. Sebaiknya untuk memilah mana sampah organic,
sampah anorganik padat, limbah kimia dan lainnya. jika sampah sudah
dikelompokkan berdasarkan jenisnya maka untuk membuangnya juga akan lebih mudah
karena satu jenis sampah dengan lainnya akan memiliki cara pembuangan yang
berbeda. Usahakan untuk tidak membuang sampah langsung ke dalam air karena
selain menyebabkan air keruh juga bisa menyebabkan penyumbatan pada perairan
sehingga sangat rawan terjadi peluapan.
· Melakukan
Servis Kendaraan –
Melakukan servis kendaraan secara rutin mungkin tidak memiliki kaitan dengan
pencemaran air. Namun ternyata hal ini berkaitan karena kendaraan yang tidak
diservis secara rutin maka sangat mungkin terjadi kebocoran bahan bakar baik
itu oli atau bahan kimia lainnya yang bisa menjadi penyebab pencemaran air.
· Awasi
Penggunaan Pupuk Kimia dan Pestisida
– Meskipun pupuk kimia dan pestisida sangat membantu para petani untuk
menyuburkan tanaman dan membunuh hama namun perlu diingat bahwa air yang sudah
terkontaminasi oleh kedua bahan tersebut sudah tidak layak dikonsumsi oleh
manusia. Untuk mengatasi penggunaan pupuk kimia dan juga pestisida dapat
dilakukan dengan menggantinya dengan pupuk kompos yang alami saja serta
melakukan penyiraman tanaman pada saat pagi dan sore hari supaya mengurangi
terjadinya pengupan dan juga mampu membantu dalam melakukan penghematan air.
· Hukum
yang Ketat – Berikan hukuman
yang ketat dan berat kepada mereka yang membuang limbah sembarangan terutama
pada para pelaku industri besar yang membuang limbah zat kimia dalam jumlah
besar.
Source :
· Makalah Lina Warlina, Pencemaran Air :
Sumber, Dampak, dan Penanggulannya

Postingan menarik & menambah wawasan pembaca
ReplyDeleteLumayan cukup jelas, penyusunan nya juga rapi, mungkin gambarnya bisa ditambah ya, thankyouu:)
ReplyDeletePostnya sangat bermanfaat sehingga kita bisa tahu cara menanggulangi pencemaran air
ReplyDeleteTerimakasih blognya sangat membantu, semenjak adek saya belajar dari sini dia jadi mendapat nila 100 di kelasnya dalam pelajaran Biologi Lingkungan…Apalgi sangat bermanfaat bagi kita dalam mencegah&menanggulangi pencemaran tsb…
ReplyDeleteMateri artikel yang disampaikan sangat membantu saya dalam memahami materi pencemaran lingkungan ini, dari segi Bahasa maupun tema yang disampaikan cukup ringan. Terima kasih atas info nya^^
ReplyDeleteArtikel yang diberikan suah sangat jelas dan detail. Terimakasih
ReplyDeleteMateri yang di artikel ini dapat menambah wawasan saya khususnya di pencemaran air terima kasih
ReplyDeleteSangat membantu dalam menyelesaikan penelitian saya dan mudah saya pahami
ReplyDeleteInformasi disampaikan secara simple dan mudah di pahami
ReplyDeleteArtikel sangat jelas dan detail, membantu saya untuk menambah wawasan mengenai pencemaran air
ReplyDeletesangat menarik dan juga informasinya lengap. Disertai dengan bahasa yang mudah dimengerti membuat pembaca jd tidak bosan
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeletepost nya sangat bermanfaat, mudah dipahami dan menambah pemahaman kita akan masalah tersebut
ReplyDeleteMaterinya sangat jelas sehingga mudah dipahami oleh pembaca, penyusunan materinya juga sangat baik
ReplyDeletedari semua indikator ph air, dimana letak indikator air yang tidak layak lagi untuk digunakan?
ReplyDeleteSecara materi pembahasan sudah bagus, namun alangkah baik perbanyak informasi berupa gambar
Materinya bagus sangat membantu saya memahami mengenai pencemaran air
ReplyDeleteMantab jiwa sekali banyak komennya
ReplyDeleteArtikel sangat bermanfaat mudah dipahami. Bisakah kita memperbaiki kualitas air yang sudah tercemar di suatu daerah?
ReplyDeleteMateri yang disampaikan bisa lebih rinci, sertakan gambar dan fokuskan pada pembahasan solusi teknologi yang bisa dikembangkan
ReplyDelete